"MONUMEN PANCASILA"
Trip kali ini saya dan teman-teman berkunjung ke monumen pancasila dalam rangka kuliah lapangan. Haha.... Perjalanan yang sangat mengasyikan dan menyimpan cerita menyedihkan. Berikut sejarah mengenei museum pancasila.
Sejarah Museum
Peristiwa pemberontakan G30 S/PKI
merupakan noda sejarah hitam dan tragedi Nasional yang menimpa Bangsa
Indonesia. Peristiwa ini ditandai dengan adanya penculikan dan
pembunuhan kejam yang tidak berperikemanusiaan. Sembilan pejuang gugur
dalam tragedi kelam ini, dua diantaranya gugur di Yogyakarta. Mereka
ialah Komandan Korem 072/Pamungkas Brigadir Jendra TNI (Anm) Katamso dan
Kas Rem 072/Pamungkas Kolonel Inf.(Anm) Soegijono Gugur.
Untuk mengenang peristiwa sejarah yang
tidak boleh terulang kembali, dibangunlah dua monumen, Monumen Pancasia
Sakti Lubang Buaya di Jakarta dan Monumen Pahlawan Pancasila di
Yogyakarta. Monumen Pahlawan Pancasila dibangun tepat di lokasi
terjadinya peristiwa pembunuhan dua Pahlawan Revolusi tersebut.
Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam
bentuk relief yang menggambarkan kekejaman PKI, lubang kubur dua
Pahlawan Revolusi. Monumen Pahlawan Pancasila dibangun dengan maksud
agar generasi penerus bangasa mengenal sejarah perjuangan para tokoh
revolusi dalam menegakkan Pancasila.
Atas perintah dari sekretaris Militer
Kepresidenan, museum ini mulai dibangun pada tahun 1986, dan selesai
pada tahun 1991. Museum ini kemudian diresmikan pada tanggal 1 Oktober
1991 oleh KGPAA Paku Alam VIII. Bangunan Monumen Pahlawan Pancasila
bercorak arsitektur rumah tradisional Jawa (Joglo) di dalam bangunan
itulah terdapat lubang tempat dikuburnya dua jenazah Pahlawan Revolusi.
Profil Museum
Museum Monumen Pahlawan Pancasila
merupakan monumen yang menjadi tanda penghormatan atas gugurnya dua
perwira Angkatan Darat, Kolonel Katamso, dan Letnan Kolonel Soegiyono
atas kekejaman PKI.
Museum ini mempunyai satu pendopo utama
yang didalamnya terdapat lubang ditemukannya jenazah Kolonel Katamso
dan Letnan Kolonel Soegiyono. Objek utama dan yang paling menarik dari
Museum ini adalah lubang tempat jenazah Kolonel Katamso dan Letkol
Soegiyono ditemukan. Kronologi terjadinya penculikan kedua perwira
tersebut dan terjadinya pemberontakan PKI di madiun juga dapat dilihat
pada relief yang terdapat pada di dinding museum. Koleksi lain yang
terdapat dalam museum monumen pancasila adalah replika kendaraan yang
digunakan saat penculikan, pengangkut jenazah, serta pakaian dan
berbagai foto Kolonel Katamso, dan Letnan Kolonel Soegiyono.
Waktu Kunjungan :- Senin-Kamis : Pukul 08.00-13.00,
- Jumat : Pukul 08.00-11.00,
- Sabtu : Pukul 08.00-12.00 WIB.
Tiket Masuk : Gratis
(http://pancasila.museumjogja.org/id/page/2-Tentang-Museum)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar