Sabtu, 12 Desember 2015



          PENGGUNAAN PEDOMAN TRANSLITERASI
KARYA TULIS ILMIAH
Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi Tugas Akhir

Dosen Pembimbing :
Siti Rohmi Lestari
(19660211 000000 2 301)

Nama Kelompok 3 :
1.      Siti Amin Hastutik                          (15490056)
2.      Muhammad Ja’far Shodiq              (15490062)
3.      Anis Sofiati                                     (15490082)
4.      M. Khozin Muhsinul Asrori            (15490105)


PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2015




KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrahim

Tiada kalimat yang pantas terucap kecuali hanya puji syukur kami atas terselesaikannya tugas yang berupa Karya Tulis Ilmiah pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Tidak banyak yang kami susun hanya beberapa lembar ini kami susun dengan segala upaya dan usaha, mulai dari pengumpulan referensi dan bahan lain yang diperlukan. Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, partisipasi dari berbagai pihak pun layak kami berikan ucapan beribu terima kasih. Partisipasi baik dalam bentuk dukungan materiil, moral serta do’a sekalipun, semua itu setidaknya yang telah membantu proses penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini hingga selesai tepat pada waktu yang ditetapkan.
Selanjutnya, untuk mengantarkan pembaca lebih memahami Karya Tulis Ilmiah ini, penyusunan akan mengulas dalam garis besarnya semata. Jika kemudian menemui suatu ketertarikan dan kebutuhan akan pendalaman lebih lanjut, maka pintu pemahaman mari dimasuki dan dihayati bersama dalam ruang diskusi kita kemudian.
Dalam pembahasan pertama, akan membahas tentang pengertian dan makna transliterasi Arab-Latin itu sendiri, sejarah perkembangan transliterasi Arab-Latin, dan pedoman yang digunakan dalam transliterasi Arab-Latin. Ketiga pembahasan ini kiranya belum sepenuhnya bisa dikatakan sempurna dan memiliki kebenaran mutlak. Maka dari itu, evaluasi yang berujung saran maupun kritik dari rekan pembaca adalah suatu bentuk apresiasi supaya kesempurnaan dapat terealisasikan dalam Karya Tulis Ilmiah ini.
Akhir kata, penyusun mohon maaf apabila ada kesalahan dalam kata pengantar ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Yogyakarta, 24 November 2015


Penyusun




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah.................................................................. 1
B.    Rumusan Masalah............................................................................ 2
C.    Tujuan Masalah............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Makna Transliterasi ..................................................3
B Sekilas Sejarah Transliterasi.............................................................. 3
C. Pedoman Transliterasi Arab-Latin ....................................................4
BAB III PENUTUP
 A. Kesimpulan ................................................................................. 14
 B. Saran .......................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Bahasa asing atau al-lughah al –ajnabiyah dalam bahasa Arab dan foreign language dalam bahasa Inggris secara umum adalah bahasa yang digunakan oleh orang asing. Bahasa Arab yang kita ketahui juga termasuk dalam bahasa asing yang mempunyai hubungan sangat erat dengan Al-Quran, sebagaimana kita meyakini bahwa Allah telah menurunkan wahyu Al-Quran dengan berbahasa Arab kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada dan juga mudah dipahami. Maka sudah selayaknya kita mencintai dan menguasai bahasa Arab sebagai pengantar kita untuk memahami dan mengamalkan wahyu-wahyu Allah SWT.
Dewasa ini, bahasa adalah sebagai faktor sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional para peserta didik dan bukan hanya sebagai suatu bidang kajian. Penguasaan bahasa Arab merupakan salah satu persyaratan penting bagi keberhasilan individu dalam menjawab tantangan zaman di era globalisasi. Selain itu, bahasa Arab juga turut berperan serta dalam mensukseskan program pendidikan nasional yakni salah satunya menciptakan generasi penerus yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia.
Pengajaran bahasa Arab bagi orang non Arab merupakan lapangan yang sangat luas karena di dalamnya masih banyak terdapat segi-segi kekurangan dan kelemahan, baik teori maupun pada keilmiahannya, kurikulum, metode pembelajaran dan lain-lain. Problematika pembelajaran bahasa Arab yang dihadapi oleh anak-anak non Arab jauh berbeda dengan anak-anak Arab (native speaker) seperti halnya untuk menguasai empat keterampilan berbahasa yakni keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Oleh karena itu, transliterasi sangat dibutuhkan bagi orang-orang non Arab terutama dalam lingkup mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga karena dalam setiap menulis karya ilmiah, baik makalah maupun skripsi hampir selalu menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits sebagai landasan argumentasi mereka. Jadi, di samping memberikan pemahaman juga memberikan pengetahuan serta menjembatani ketidaktahuan tentang tulisan-tulisan Arab.

B.  Rumusan Masalah
1.             Apa Pengertian dan Makna Transliterasi ?
2.             Bagaimana Sekilas Sejarah Tentang Transliterasi ?
3.             Apa Saja Pedoman-pedoman Transliterasi ?

C.  Tujuan Masalah
1.        Memahami Pengertian dan Makna Transliterasi
2.        Mengetahui Sekilas Sejarah Tentang Transliterasi
3.        Memahami Pedoman-pedoman Transliterasi

                                                                                 

BAB II
KAJIAN TEORI

A.  PENGERTIAN DAN MAKNA TRANSLITERASI
          Praktek transliterasi Arab – Latin telah dilakukan sejak lama. Tetapi usaha pertama lebih merupakan meltinkan nama-nama Arab. Pengertian transliterasi:
“Transliterasi adalah penggantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain, lepas dari pada lafal bunyi kata yang sebenarnya. Hal ini misalnya diterapkan pada huruf Arab yang hendak dialihkan ke huruf latin.” (Pusat Pembinaan Bahasa, 1975 : 25)
       Jadi pengertian dari transliterasi Arab – Latin adalah pengalihan huruf dari huruf arab ke huruf latin.

B.  SEKILAS SEJARAH TRANSLITERASI
Ada banyak sekali tentang sejarah transliterasi Arab-Latin, diantaranya menurut sejarah Islam yang membahas tentang transliterasi adalah pada zaman keemasan Bani Abbasiyyah tepatnya pada masa kekhalifahan Harun Ar- Rasyid dan al –Makmun dizaman itu negara islam menjadi pusat peradaban dan kebudayaan Dunia, Terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, banyak sekali usaha – usaha yang dilakukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, Ilmuawan – Ilmuwan arab pada masa itu banyak yang menerjemahkan buku – buku yunani untuk di pelajari sehingga mereka dapat mengolah dan menemukan kembali (rediscovery) disiplin ilmu baru seperti filsafat, kedokteran, aljabar, kimia dan sastra.
Hal itu juga di tegaskan oleh Ali Abd Walid Wafi dalam bukunya “ilmu alugah” bahwasanya pada masa Bani Abbasiyah adalah masa yang paling banyak melakukan sumbangsih terhadap kemajuan dan kebangkitan bahasa Arab, dimana sastrawan dan ulama Arab banyak mempelajari bahasa Persia dan Yunani dengan menerjemahkan buku – buku asing dan memberi beberapa keterangan didalamnya.
Disamping itu pada masa keemasan islam banyak hal yang luar biasa yang terjadi. Diantaranya penyebaran Bahasa Arab ke daerah – daerah non Arab, banyak hal yang terjadi ketika orang – orang islam melebarkan sayapnya ke negara – negara sekitarnya, bersamaan dengan itu Bahasa Arab juga ikut berkembang secara signifikan pada masa itu.
Usaha orang arab dalam mempelajari buku – buku Persia dan Yunani pada waktu itu juga Orang – orang non arab juga mempelajari bahasa arab secara lisan maupun tulisan, nampaknya sudah membuahkan hasil dimana disiplin ilmu baru (Rediscovery) yang dilakukan oleh orang Arab dalam buku studi islam juga sudah banyak tertuang bahasa Arab. Semangat yang dimiliki itu mulai muncul para ilmuwan Barat banyak mengkaji ilmu dari negara Arab, pengkajian itu dilakukan menggunakan transliterasi terhadap buku -  buku ilmiah yang ingin mempelajari agama islam dan budaya Arab.
Sebenarnya tidak hanya non muslim saja yang membutuhkan sistem transliterasi akan tetapi orang muslim juga masih membutuhkannya, Dikarenakan pengetahuan yang lemah terhadap baca tulis Arab, di samping itu yang mampu membaca huruf arab juga membutuhkan pedoman transliterasi, pedoman inilah yang nantinya dapat mempermudah bangsa indonesia memahami tulisan Arab sehingga seluruh umat islam di indonesia mempu dengan baik dan menghayati serta diamalkan apa saja yang menjadi sumber – sumber ajaran agama Islam.

C.  PEDOMAN TRANSLITERASI
Pertumbuhan dan perkembangan bahasa itu tidak bisa lepas dengan bahasa lainya , Setiap bahasa mempunyai sistem sendiri, baik dalam tata bunyi, kosa kata, susunan kalimat dan sosial budaya, tak heran bila setiap orang merasa kesulitan dalam mempelajari bahasa asing. Karena, semenjak kecil bahasa ibu ( mother tongue ) sudah tertanam pada dirinya melalui kebiasaan, sedangkan alat ucapnya sudah dituntun melafalkan bunyi – bunyi bahasanya sendiri. Sehingga, ketika dihadapkan dengan bahasa asing, dia belum siap untuk merubah kebiasaan alat ucapnya, permasalahan bahasa asing bukanlah suatu penghambat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, Karena penguasaan bahasa asing dalam perkembangan ilmu pengetahuan sesuatu yang sangat mutlak terutama dalam hal penerjemahan dan penulisan karya tulis ilmiah.
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Dunia, yang telah mengalami perberkembangan, sejalan dengan perkembangan sosial masyarakat dan ilmu pengetahuan, seperti transleterasi bahasa Arab – Latin yang dipelajari bangsa Indonesia, karena bahasa arab atau huruf arab dipergunakan menulis kitab suci agama islam, ketidakadaan transleterasi bahasa Arab – Latin yang baku membuat begitu banyak ragamnya,pedoman transleterasi Arab – Latin yang baku telah lama di dambakan karena amat membantu pemahaman terhadap ajaran dan perkembangan Islam di Indonesia.
     BEBERAPA CONTOH PEDOMAN ALIH TULISAN ARAB – LATIN SECARA TERPERINCI:
1.        Menurut LC
   Huruf-huruf Arab yang tidak terdapat persamaannya yang jelas dalam huruf Latin ditransliterasi sebagai berikut :
              a.  ث    =  th                                        h. ض   =  d
              b.   ج    =  j                                          i.   ط     =  t
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  z
              d. خ     =  kh                                       k.   ع    =  ‘(tanda koma terbalik)
              e.    ذ    =  dh                                       l.   غ     =  gh
              f. ش     =  sh                                        m. ق     =  q
              g. ص   =  s                                          n.  ء     =  ‘ (tanda koma)
  Untuk tanda vokal panjang diberi tanda garis ( - ) di atas vokal yang bersangkutan.
Contoh:      كَمَا        = kama
                   كتابي      =  kitabi
                   اكتبوا      =  uktubu
Huruf   ۃ (ta’ marbutah) apabila terdapat pada akhir kata di tengah kalimat, dilambangkan dengan huruf t.
     Contoh:  وزارةالتربية    =  Wizarat al-Tarbiyah
                     مرأةالزمان      =  Mir’at al-zaman
Jika terdapat di akhir dan di akhir kalimat ditrasliterasikan dengan h.
Contoh:                  صلاة          =  salah
                       المدرسةالت            =  al-Madrasat al-Tarbawiyyah
Penulisan ا ل (alif lam) di depan huruf syamsiyah tetap seperti huruf asalnya, tidak dilebur ke dalam huruf yang mengikutinya.
Contoh:         النفسية      = al-nafsiyah
                     الرسالة      =  al-Risalah
2.        Menurut Encyclopedia of Islam
Dalam Encyclopedia of Islam huruf-huruf Arab yang tidak terdapat persamaannya dalam huruf Latin ditransliterasi sebagai berikut:
              a. ث     =  th                                        h. ض   =  d
              b.   ج    =  dj                                        i.   ط     =  t
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  z
              d. خ     =  kh                                       k.   ع    =  ‘(tanda koma terbalik)
              e.    ذ    =  dh                                       l.   غ     =  gh
              f. ش     =  sh                                        m. ق     =  q
              g. ص   =  s                                          n.  ء     =  ‘ (tanda koma)
            Tanda vokal panjang, ditulis dengan memberi tanda garis ( - ) di atas huruf vokal yang bersangkutan.
Contoh:  ما  =  ma
            كان   =  kana
Huruf   ۃ (ta’ marbutah) apabila terdapat di akhir kata atau akhir kalimat, tidak dilambangkan.
Contoh:  حميدة   =  Hamida
              المائدة     =  al-Maida
Jika terdapat di tengah kalimat, dilambangkan dengan huruf t.
Contoh:    المدرسة الامية    =  al-Madrasat al-Islamiyya
              المدرسة المنوّرة       =  al-Madrasat al-Munawwara

Penulisan ا ل (alif lam) di depan huruf syamsiyah tetap seperti huruf asalnya, tidak dilebur menjadi huruf pertama mengikutinya.
Contoh:          الطّلاب         =  al-Tulab
                       الضّحي          = al-Duha
3.        Menurut ISO
            Dalam standar ISO/R233-61, huruf-huruf Arab yang tidak terdapat persamaannya dalam huruf Latin ditransliterasikan sebagai berikut:
              a. ث     =  t                                          h. ض   =  d
              b.   ج    =  g                                         i.   ط     =  t
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  z
              d. خ     =  h                                         k.   ع    =  ‘(tanda koma terbalik)
              e.    ذ    =  d                                         l.   غ     =  g
              f. ش     =  s                                          m. ق     =  q
              g. ص   =  s                                          n.  ء     =  , (tanda koma)
       Tanda vokal panjang, ditulis dengan memberi tanda garis ( - ) di atas vokal yang bersangkutan.
Contoh:           أمين                   =  amin
                        المدينة                =  al-madinatu
       Huruf   ۃ (ta’ marbutah) baik di tengah atau di akhir kata/kalimat tetap ditulis dengan huruf t dengan memberi tanda kasus (a, i, u, an, in, dan un) sesudah huruf t tersebut.
Contoh:                  المدينة         =  al-madinatu
                               مدنةالنّبي      =  madinatu an-nabiyyi
                                صلاة         =  salatun
       Huruf  ا ل (alif lam) bertemu dengan  huruf-huruf syamsiyah ,maka huruf  ل (lam) dilebur atau diganti sama dengan huruf pertama yang mengikutinya.
Contoh:       النّبيّ     =  an-nabiyyi
                            الصّلاة=   as-salatu
4.        Menurut Departemen Agama 1953
       Pedoman transliterasi Departemen Agama 1953 untuk huruf-huruf Arab yang tidak jelas persamaannya dalam huruf Latin memberikan ditransliterasikan sebagai berikut:
              a. ث     =  ts                                        h. ض   =  dl
              b.   ج    =  dj                                        i.   ط     =  th
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  dh
              d. خ     =  ch.                                      k.   ع    =  ‘a (tanda koma)
              e.    ذ    =  zh                                       l.   غ     =  gh
              f. ش     =  sj.                                        m. ق     =  q
              g. ص   =  sh                                        n.  ء     =  “ (tanda petik)
Vokal panjang dirtansliterasikan dengan menggandakan dua huruf vokal yang sama.
Contoh:      با   =  baa                        بو   = buu            الماعون  = al-maa’un
                   بي  = bii                       كان   =  kaana
       Huruf   ۃ (ta’ marbutah) bila terdapat di tengah kalimat ditulis dengan huruf t, dan jika terdapat di akhir kata atau kalimat ditulis dengan huruf h.
Contoh:      سورة البقرة     =  suuratul baqarah
                 المدرسة السلامية= al Madrasatul Islaamiyah
                        الفاتحة      =  al Faatihah
       Bila  ا ل (alif lam) bertemu huruf-huruf syamsiyah,penulisannya ialah dengan  melebur huruf lam tersebut menjadi sama dengan huruf syamsiyah yang mengikutinya, antara dua huruf tersebut tanpa tanda hubung (hypen).
Contoh:         التوبة                 =  at taubah
                          النمل              =  an namal
5.        Menurut  Departemen  Agama 1974
          Departemen  Agama  Republik  Indonesia  sebagai  lembaga pemerintah banyak  mencetak Al-Qur’an  dan  terjemahannya  dan  buku-buku  untuk  belajar  huruf  Al-Qur’an, selalu  memberikan  pedoman  transliterasi  Arab-Latin  yang digunakan.
          Untuk  huruf-huruf  Arab  yang sulit  dicarikan  persamaannya dalam  huruf  latin, ditransliterasikan sebagai berikut :
              a. ث     =  ts                                        h. ض   =  dl
              b.   ج    =  j                                          i.   ط     =  th
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  zh
              d. خ     =  kh.                                      k.   ع    =  ‘a (tanda koma)
              e.    ذ    =  zh                                       l.   غ     =  gh
              f. ش     =  sy.                                       m. ق     =  q
              g. ص   =  sh                                        n.  ء     =  vokal a,i,u.
Penulisan vokal panjang ialah dengan  menggandakan vokal yang bersangkutan.
Contoh : القارعة = al Qaari’ah
            الكافرون                = al kafiruun
Huruf  ة = (ta’ marbutah) bila terdapat di tengah kalimat desentralisasikan dengan huruf  t, bila terdapat diakhir kata atau kalimat ditransliterasikan h. 
Contoh : سورة البقرة  = suuratul baqarah
المدرسة  الاسلا مية         = al Madrasatul Islamiyyah
Penulisan (alif lam) bila bertemu dengan salah satu huruf  syamsiyah, maka huruf  tersebut dilebur menjadi sama dengan  huruf  syamsiyah yang mengikuti itu, tanpa dipisahkan  dengan  tanda
Contoh : الناس  = an naas
6.        Menurut  MBIM
          Sidang  ke-8 Majelis  Bahasa  Indonesia-Malaysia  di Cisarua  Bogor, 9-13 Agustus  1976  telah  membahsa  tentang  transliterasi  Arab-Latin  dan mengemukakan  pedoman  transliterasi. Untuk  huruf-huruf yang sukar  dicarikan  persamaannya   dalam  huruf  latin  ditetapkan sebagai  berikut :
              a.      ث=  s                                               h. ض          =  d
              b.   ج    =  j                                               i.     ط         =  t
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  z
              d. خ     =  kh.                                      k.   ع    =  ‘ (tanda koma)
              e.    ذ    =  z                                         l.   غ     =  gh
              f. ش     =  sy.                                       m. ق     =  q
              g. ص   =  s                                          n.  ء     =  ‘ (tanda apostrop)
Vokal  panjang  ditulis  dengan  memberi  garis (-) diatas  huruf  vokal  yang bersangkutan.
Contoh :          وما       = wa ma
                        فعلوا      =  fa’alu
Huruf  ة ( ta’ marbutah) ditransliterasikan  dengan  t, baik  terdapat  ditengah  atau  di  akhir  kata  dalam  kalimat. 
Contoh :        المدرسة             = al-madrasat
المدرسة الاسلا مية            = al-Madrasat al-Islamiyyat
Cara penulisan ال (alif lam) baik di depan  huruf  syamsiyah  maupun  di depan  huruf qamariyyah, ditulis  menurut  ucapan  dan terpisah dari  kata  yang mengikutinya tetapi  dirangkaikan  dengan  tanda  hubung.
Contoh : القلم = al-qalamu
الماعون               = al-ma’un
7.        Menurut  IAIN Jakarta  1980
            Dalam  lampiran  Surat  Keputusan  Rektor IAIN Syarif  Hidayatullah  Jakarta  Nomor 6  Tahun 1980,  tentang  pedoman  penulisan  bahasa  Arab  dengan huruf Latin,  untuk  huruf-huruf  Arab  yang  tidak  jelas  persamaannya  yang  pasti  dalam  huruf  Latin  ditransliterasikan  sebagai  berikut :
              a.      ث=  s                                          h. ض   =  d
              b.   ج    =  j                                          i.   ط     =  t
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  z
              d. خ     =  k                                         k.   ع    =  , (tanda koma)
              e.    ذ    =  z                                         l.   غ     =  g
              f. ش     =  s                                          m. ق     =  q
              g. ص   =  s                                          n.  ء     =  ‘ (tanda apostrop)
Vokal  panjang  ditulis  dengan  memberi  garis diatas vokal  yang bersangkutan,  yaitu: a,i,u.
Contoh :        صلوّا = sallu
كما                  = kama

Huruf  ة (ta’ marbutah ) dilambangkan  dengan t.
Contoh :        ة إمرأ = imra’atin

          Penulisan  (alif lam) atau disebut  artikel  al ditulis  serangkai dengan  kata di  belakang,  tanpa  tanda  sempang. Bunyi l (lam), ال pada artikel (al)  yang  berasimilasi  dengan huruf awal  kata  di  belakangnya  ditulis  sama  dengan  huruf awal  kata  itu.
Contoh :        الزّانية = azzaniyatu
8.        Menurut LIPPM
          Bertitik  tolak  dari  kesimpangsiuran  transliterasi  tulisan Arab ketulisan Latin  di  Indonesia, lembaga  Islam  untuk  Penelitian  Dan  Pengembangan  Masyarakat  (LIPPM) Jakarta, menyusun  pedoman  alih  eja  tulisan  Arab  ketulisan  Latin.
          Untuk  huruf-huruf  Arab yang  banyak  terdapat  perbedaan  pendapat  dalam  transliterasinya  antara  beberapa  pedoman, dalam  LIPPM  diterapkan  sebagai  berikut :
              a.      ث=  ts                                         h. ض   =  dh
              b.   ج    =  j                                          i.   ط     =  th
              c.  ح     =  h                                         j.   ظ     =  zh
              d. خ     =  kh                                       k.   ع    =  , (tanda koma)
              e.    ذ    =  dz                                       l.   غ     =  gh
              f. ش     =  sy                                        m. ق     =  q
              g. ص   =  sh                                        n.  ء     =  ‘ (tanda apostrop)
Vokal  panjang  ditulis  dengan  memberi  garis  (-) di  atas vokal  yang  bersangkutan,  yaitu: a,i,u.
Contoh :          فعال      = fa’ala

          Huruf  ة (ta’marbutah) dari  suatu  isim (kata benda) atau  kata  sifat  yang  berbentuk  nakirah,  begitu  juga  yang  didahului  oleh  al, ditulis dengan h.
Contoh :          المحاضرة السياراة = al-muhadharah al-siyasiyah
صالاة                                                  = shalah

Jika terdapat  dalam  susunan kalimat  murakkkhabah, ditulis  dengan t.
Contoh :        شخصية إسلامية = Syakhshiyyat Islamiyyat

Penulisan kata ال di  depan  huruf  syamsiyyah  tetap  seperti  kata  asalnya.
Contoh : الطلاق = al-thalaq
الصافات              = al-shaffat 
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Daily (1981 : 134) dalam Encyclopeadia of Library and Information Science,  mengartikan transliterasi sebagai mengganti suatu alfabet dengan alfabet lain atau mengganti suatu syllabary dengan suatu alfabet. Syllabary yang dimaksud seperti cara penulisan yang terdapat pada bahasa Jepang atau bahasa Amhari. Jadi, Transliterasi merupakan penggantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain, lepas daripada lafal bunyi kata yang sebenarnya. Transliterasi lebih ditekankan sebagai istilah untuk alih tulisan satu huruf demi satu huruf.
Praktek alih tulisan dari huruf Arab kepada huruf Latin telah dilakukan sejak lama. Tetapi usaha pertama lebih merupakan melatinkan nama-nama Arab, seperti : Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, dan al-Farabi dilatinkan menjadi Averroes, Avicenna, dan Alfarabius. Transliterasi merupakan salah satu metode yang untuk romanisasi adalah mengganti huruf-huruf yang ditulis dalam alfabet non roman, huruf demi huruf, dengan alfabet Romawi sesuai dengan table yang ada dengan satu huruf atau lebih atau satu huruf ditambah tanda diakritik. Sekalipun diakui bahwa sistem alih tulisan sangat bermanfaat untuk menjembatani keadaan saling tidak mengerti antar bangsa yang disebabkan perbedaan bahasa dan tulisan, akan tetapi sistem alih tulisan telah melahirkan masalah yang hampir beratnya masalah yang seharusnya dipecahkan dengan sistem alih tulisan itu.
Pembakuan pedoman Transliterasi Arab-Latin dengan mengikuti prinsip sebagai berikut :
1)      Sejalan dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).
2)      Huruf Arab yang belum ada padanannya dalam huruf Latin dicarikan padanan dengan cara member tambahan tanda diakrik, dengan dasar “satu fonem satu huruf” .
3)      Pedoman transliterasi diperuntukkan bagi masyarakat umum.

B.       Saran
   Demikianlah yang dapat penyusun sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam Karya Tulis Ilmiah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang penyusun peroleh hubungannya dengan Karya Tulis Ilmiah ini. Penyusun banyak berharap kepada para pembaca yang budiman agar memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya pada penyusun. Aamiin.



DAFTAR PUSTAKA

Umam, Chatibul, Pengajaran Bahasa Arab pada Perguruan Tinggi Agama/IAIN, (Jakarta : t.pn, 1975)
Dikutip dari http://www.referensimakalah.com/ pada tanggal 24 November 2015 pukul 09.00 WIB
Dikutip dari : http://contohmakalah4.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-munculnya-transliterasi.html pada tanggal 24 November 2015 pukul 09.20 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar