PENGGUNAAN PEDOMAN TRANSLITERASI
KARYA
TULIS ILMIAH
Sebagai
salah satu syarat untuk memenuhi Tugas Akhir
Dosen
Pembimbing :
Siti
Rohmi Lestari
(19660211
000000 2 301)
Nama
Kelompok 3 :
1.
Siti Amin
Hastutik (15490056)
2.
Muhammad Ja’far
Shodiq (15490062)
3.
Anis Sofiati (15490082)
4.
M. Khozin
Muhsinul Asrori (15490105)
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2015
KATA
PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrahim
Tiada
kalimat yang pantas terucap kecuali hanya puji syukur kami atas
terselesaikannya tugas yang berupa Karya Tulis Ilmiah pada mata kuliah Bahasa
Indonesia. Tidak banyak yang kami susun hanya beberapa lembar ini kami susun
dengan segala upaya dan usaha, mulai dari pengumpulan referensi dan bahan lain
yang diperlukan. Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, partisipasi dari
berbagai pihak pun layak kami berikan ucapan beribu terima kasih. Partisipasi
baik dalam bentuk dukungan materiil, moral serta do’a sekalipun, semua itu
setidaknya yang telah membantu proses penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini hingga
selesai tepat pada waktu yang ditetapkan.
Selanjutnya,
untuk mengantarkan pembaca lebih memahami Karya Tulis Ilmiah ini, penyusunan
akan mengulas dalam garis besarnya semata. Jika kemudian menemui suatu
ketertarikan dan kebutuhan akan pendalaman lebih lanjut, maka pintu pemahaman
mari dimasuki dan dihayati bersama dalam ruang diskusi kita kemudian.
Dalam
pembahasan pertama, akan membahas tentang pengertian dan makna transliterasi Arab-Latin
itu sendiri, sejarah perkembangan transliterasi Arab-Latin, dan pedoman yang
digunakan dalam transliterasi Arab-Latin. Ketiga pembahasan ini kiranya belum
sepenuhnya bisa dikatakan sempurna dan memiliki kebenaran mutlak. Maka dari
itu, evaluasi yang berujung saran maupun kritik dari rekan pembaca adalah suatu
bentuk apresiasi supaya kesempurnaan dapat terealisasikan dalam Karya Tulis
Ilmiah ini.
Akhir kata,
penyusun mohon maaf apabila ada kesalahan dalam kata pengantar ini. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Yogyakarta, 24
November 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL.................................................................................. i
KATA
PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR
ISI............................................................................................ iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah.................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................ 2
C. Tujuan
Masalah............................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian dan Makna Transliterasi ..................................................3
B
Sekilas Sejarah Transliterasi.............................................................. 3
C.
Pedoman Transliterasi Arab-Latin ....................................................4
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................. 14
B. Saran .......................................................................................... 15
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa asing atau al-lughah al
–ajnabiyah dalam bahasa Arab dan foreign language dalam bahasa
Inggris secara umum adalah bahasa yang digunakan oleh orang asing. Bahasa Arab
yang kita ketahui juga termasuk dalam bahasa asing yang mempunyai hubungan sangat
erat dengan Al-Quran, sebagaimana kita meyakini bahwa Allah telah menurunkan
wahyu Al-Quran dengan berbahasa Arab kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara
Malaikat Jibril. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran
karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada dan juga mudah
dipahami. Maka sudah selayaknya kita mencintai dan menguasai bahasa Arab
sebagai pengantar kita untuk memahami dan mengamalkan wahyu-wahyu Allah SWT.
Dewasa ini, bahasa adalah sebagai faktor
sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional para peserta
didik dan bukan hanya sebagai suatu bidang kajian. Penguasaan bahasa Arab
merupakan salah satu persyaratan penting bagi keberhasilan individu dalam
menjawab tantangan zaman di era globalisasi. Selain itu, bahasa Arab juga turut
berperan serta dalam mensukseskan program pendidikan nasional yakni salah
satunya menciptakan generasi penerus yang beriman dan bertakwa serta berakhlak
mulia.
Pengajaran bahasa Arab bagi orang non
Arab merupakan lapangan yang sangat luas karena di dalamnya masih banyak
terdapat segi-segi kekurangan dan kelemahan, baik teori maupun pada
keilmiahannya, kurikulum, metode pembelajaran dan lain-lain. Problematika
pembelajaran bahasa Arab yang dihadapi oleh anak-anak non Arab jauh berbeda
dengan anak-anak Arab (native speaker) seperti halnya untuk menguasai
empat keterampilan berbahasa yakni keterampilan mendengarkan, keterampilan
berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Oleh karena itu, transliterasi sangat
dibutuhkan bagi orang-orang non Arab terutama dalam lingkup mahasiswa
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga karena dalam setiap menulis karya
ilmiah, baik makalah maupun skripsi hampir selalu menggunakan ayat-ayat
Al-Quran dan Hadits sebagai landasan argumentasi mereka. Jadi, di samping
memberikan pemahaman juga memberikan pengetahuan serta menjembatani
ketidaktahuan tentang tulisan-tulisan Arab.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian
dan Makna Transliterasi ?
2.
Bagaimana
Sekilas Sejarah Tentang Transliterasi ?
3.
Apa Saja
Pedoman-pedoman Transliterasi ?
C. Tujuan Masalah
1.
Memahami
Pengertian dan Makna Transliterasi
2.
Mengetahui
Sekilas Sejarah Tentang Transliterasi
3.
Memahami
Pedoman-pedoman Transliterasi
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A. PENGERTIAN DAN MAKNA TRANSLITERASI
Praktek
transliterasi Arab – Latin telah dilakukan sejak lama. Tetapi usaha pertama
lebih merupakan meltinkan nama-nama Arab. Pengertian transliterasi:
“Transliterasi adalah penggantian huruf
demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain, lepas dari pada lafal bunyi
kata yang sebenarnya. Hal ini misalnya diterapkan pada huruf Arab yang hendak
dialihkan ke huruf latin.” (Pusat Pembinaan Bahasa, 1975 : 25)
Jadi pengertian dari transliterasi Arab –
Latin adalah pengalihan huruf dari huruf arab ke huruf latin.
B. SEKILAS SEJARAH TRANSLITERASI
Ada banyak sekali tentang sejarah
transliterasi Arab-Latin, diantaranya menurut sejarah Islam yang membahas
tentang transliterasi adalah pada zaman keemasan Bani Abbasiyyah tepatnya pada
masa kekhalifahan Harun Ar- Rasyid dan al –Makmun dizaman itu negara islam
menjadi pusat peradaban dan kebudayaan Dunia, Terutama dalam bidang ilmu
pengetahuan, banyak sekali usaha – usaha yang dilakukan untuk kepentingan ilmu
pengetahuan, Ilmuawan – Ilmuwan arab pada masa itu banyak yang menerjemahkan
buku – buku yunani untuk di pelajari sehingga mereka dapat mengolah dan
menemukan kembali (rediscovery) disiplin ilmu baru seperti filsafat,
kedokteran, aljabar, kimia dan sastra.
Hal itu juga di tegaskan oleh Ali Abd
Walid Wafi dalam bukunya “ilmu alugah” bahwasanya pada masa Bani Abbasiyah
adalah masa yang paling banyak melakukan sumbangsih terhadap kemajuan dan
kebangkitan bahasa Arab, dimana sastrawan dan ulama Arab banyak mempelajari
bahasa Persia dan Yunani dengan menerjemahkan buku – buku asing dan memberi
beberapa keterangan didalamnya.
Disamping itu pada masa keemasan islam
banyak hal yang luar biasa yang terjadi. Diantaranya penyebaran Bahasa Arab ke
daerah – daerah non Arab, banyak hal yang terjadi ketika orang – orang islam
melebarkan sayapnya ke negara – negara sekitarnya, bersamaan dengan itu Bahasa
Arab juga ikut berkembang secara signifikan pada masa itu.
Usaha orang arab dalam mempelajari buku
– buku Persia dan Yunani pada waktu itu juga Orang – orang non arab juga
mempelajari bahasa arab secara lisan maupun tulisan, nampaknya sudah membuahkan
hasil dimana disiplin ilmu baru (Rediscovery) yang dilakukan oleh orang Arab
dalam buku studi islam juga sudah banyak tertuang bahasa Arab. Semangat yang
dimiliki itu mulai muncul para ilmuwan Barat banyak mengkaji ilmu dari negara
Arab, pengkajian itu dilakukan menggunakan transliterasi terhadap buku - buku ilmiah yang ingin mempelajari agama
islam dan budaya Arab.
Sebenarnya tidak hanya non muslim saja
yang membutuhkan sistem transliterasi akan tetapi orang muslim juga masih
membutuhkannya, Dikarenakan pengetahuan yang lemah terhadap baca tulis Arab, di
samping itu yang mampu membaca huruf arab juga membutuhkan pedoman
transliterasi, pedoman inilah yang nantinya dapat mempermudah bangsa indonesia
memahami tulisan Arab sehingga seluruh umat islam di indonesia mempu dengan
baik dan menghayati serta diamalkan apa saja yang menjadi sumber – sumber
ajaran agama Islam.
C. PEDOMAN TRANSLITERASI
Pertumbuhan dan perkembangan bahasa itu
tidak bisa lepas dengan bahasa lainya , Setiap bahasa mempunyai sistem sendiri,
baik dalam tata bunyi, kosa kata, susunan kalimat dan sosial budaya, tak heran
bila setiap orang merasa kesulitan dalam mempelajari bahasa asing. Karena,
semenjak kecil bahasa ibu ( mother tongue ) sudah tertanam pada dirinya melalui
kebiasaan, sedangkan alat ucapnya sudah dituntun melafalkan bunyi – bunyi
bahasanya sendiri. Sehingga, ketika dihadapkan dengan bahasa asing, dia belum
siap untuk merubah kebiasaan alat ucapnya, permasalahan bahasa asing bukanlah
suatu penghambat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, Karena penguasaan bahasa
asing dalam perkembangan ilmu pengetahuan sesuatu yang sangat mutlak terutama
dalam hal penerjemahan dan penulisan karya tulis ilmiah.
Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa
Dunia, yang telah mengalami perberkembangan, sejalan dengan perkembangan sosial
masyarakat dan ilmu pengetahuan, seperti transleterasi bahasa Arab – Latin yang
dipelajari bangsa Indonesia, karena bahasa arab atau huruf arab dipergunakan
menulis kitab suci agama islam, ketidakadaan transleterasi bahasa Arab – Latin
yang baku membuat begitu banyak ragamnya,pedoman transleterasi Arab – Latin
yang baku telah lama di dambakan karena amat membantu pemahaman terhadap ajaran
dan perkembangan Islam di Indonesia.
BEBERAPA
CONTOH PEDOMAN ALIH TULISAN ARAB
– LATIN SECARA TERPERINCI:
1.
Menurut
LC
Huruf-huruf Arab yang tidak terdapat
persamaannya yang jelas dalam huruf Latin ditransliterasi sebagai berikut :
a.
ث = th h. ض = d
b. ج = j i. ط = t
c. ح = h j.
ظ = z
d.
خ = kh k. ع = ‘(tanda koma terbalik)
e. ذ = dh l.
غ = gh
f.
ش = sh m.
ق = q
g.
ص = s n. ء = ‘
(tanda koma)
Untuk tanda vokal panjang diberi tanda garis (
- ) di atas vokal yang bersangkutan.
Contoh: كَمَا =
kama
كتابي =
kitabi
اكتبوا =
uktubu
Huruf ۃ
(ta’ marbutah) apabila terdapat pada akhir kata di tengah kalimat,
dilambangkan dengan huruf t.
Contoh: وزارةالتربية
=
Wizarat al-Tarbiyah
مرأةالزمان =
Mir’at al-zaman
Jika terdapat di akhir
dan di akhir kalimat ditrasliterasikan dengan h.
Contoh: صلاة =
salah
المدرسةالت =
al-Madrasat al-Tarbawiyyah
Penulisan
ا ل (alif lam) di depan huruf syamsiyah
tetap seperti huruf asalnya, tidak dilebur ke dalam huruf yang mengikutinya.
Contoh:
النفسية = al-nafsiyah
الرسالة
= al-Risalah
2.
Menurut Encyclopedia of Islam
Dalam Encyclopedia of Islam huruf-huruf Arab yang
tidak terdapat persamaannya dalam huruf Latin ditransliterasi sebagai berikut:
a. ث = th h. ض = d
b. ج = dj i.
ط = t
c. ح = h j.
ظ = z
d.
خ = kh k. ع =
‘(tanda koma terbalik)
e. ذ = dh l.
غ = gh
f.
ش = sh m.
ق = q
g.
ص = s n. ء = ‘
(tanda koma)
Tanda vokal panjang, ditulis dengan
memberi tanda garis ( - ) di atas huruf vokal yang bersangkutan.
Contoh: ما = ma
كان
= kana
Huruf ۃ
(ta’ marbutah) apabila terdapat di akhir kata atau akhir kalimat, tidak
dilambangkan.
Contoh: حميدة
= Hamida
المائدة = al-Maida
Jika terdapat di tengah kalimat, dilambangkan dengan
huruf t.
Contoh: المدرسة الامية =
al-Madrasat al-Islamiyya
المدرسة
المنوّرة = al-Madrasat
al-Munawwara
Penulisan ا ل
(alif lam) di depan huruf syamsiyah tetap seperti huruf asalnya, tidak
dilebur menjadi huruf pertama mengikutinya.
Contoh: الطّلاب = al-Tulab
الضّحي = al-Duha
3.
Menurut ISO
Dalam standar ISO/R233-61, huruf-huruf Arab yang tidak
terdapat persamaannya dalam huruf Latin ditransliterasikan sebagai berikut:
a. ث = t h. ض = d
b. ج = g i.
ط = t
c. ح = h j.
ظ = z
d.
خ = h k. ع =
‘(tanda koma terbalik)
e. ذ = d l.
غ = g
f.
ش = s m.
ق = q
g.
ص = s n. ء = ,
(tanda koma)
Tanda vokal panjang, ditulis dengan
memberi tanda garis ( - ) di atas vokal yang bersangkutan.
Contoh: أمين = amin
المدينة = al-madinatu
Huruf
ۃ (ta’ marbutah) baik di tengah atau
di akhir kata/kalimat tetap ditulis dengan huruf t dengan memberi tanda kasus
(a, i, u, an, in, dan un) sesudah huruf t tersebut.
Contoh: المدينة =
al-madinatu
مدنةالنّبي = madinatu an-nabiyyi
صلاة =
salatun
Huruf ا ل
(alif lam) bertemu dengan huruf-huruf syamsiyah
,maka huruf ل (lam) dilebur atau diganti sama dengan huruf pertama yang
mengikutinya.
Contoh: النّبيّ =
an-nabiyyi
الصّلاة= as-salatu
4.
Menurut Departemen Agama 1953
Pedoman transliterasi Departemen Agama 1953 untuk
huruf-huruf Arab yang tidak jelas persamaannya dalam huruf Latin memberikan
ditransliterasikan sebagai berikut:
a. ث = ts h. ض = dl
b. ج = dj i.
ط = th
c. ح = h j.
ظ = dh
d.
خ = ch. k. ع = ‘a
(tanda koma)
e. ذ = zh l.
غ = gh
f.
ش = sj. m.
ق = q
g.
ص = sh n. ء = “
(tanda petik)
Vokal
panjang dirtansliterasikan dengan menggandakan dua huruf vokal yang sama.
Contoh: با = baa بو = buu الماعون = al-maa’un
بي =
bii كان =
kaana
Huruf ۃ
(ta’ marbutah) bila terdapat di tengah kalimat ditulis dengan huruf t,
dan jika terdapat di akhir kata atau kalimat ditulis dengan huruf h.
Contoh: سورة البقرة =
suuratul baqarah
المدرسة
السلامية= al
Madrasatul Islaamiyah
الفاتحة = al Faatihah
Bila ا ل
(alif lam) bertemu huruf-huruf syamsiyah,penulisannya ialah dengan melebur huruf lam tersebut menjadi sama
dengan huruf syamsiyah yang mengikutinya, antara dua huruf tersebut
tanpa tanda hubung (hypen).
Contoh: التوبة = at taubah
النمل =
an namal
5.
Menurut Departemen
Agama 1974
Departemen Agama
Republik Indonesia sebagai
lembaga pemerintah banyak
mencetak Al-Qur’an dan terjemahannya
dan buku-buku untuk
belajar huruf Al-Qur’an, selalu memberikan
pedoman transliterasi Arab-Latin
yang digunakan.
Untuk
huruf-huruf Arab yang sulit
dicarikan persamaannya dalam huruf
latin, ditransliterasikan sebagai berikut :
a. ث = ts h. ض = dl
b. ج = j i.
ط = th
c. ح = h j.
ظ = zh
d.
خ = kh. k. ع = ‘a
(tanda koma)
e. ذ = zh l.
غ = gh
f.
ش = sy. m.
ق = q
g.
ص = sh n. ء = vokal
a,i,u.
Penulisan
vokal panjang ialah dengan menggandakan
vokal yang bersangkutan.
Contoh
: القارعة = al Qaari’ah
الكافرون = al kafiruun
Huruf ة
= (ta’ marbutah) bila terdapat di tengah kalimat desentralisasikan dengan
huruf t, bila terdapat diakhir kata atau
kalimat ditransliterasikan h.
Contoh : سورة البقرة =
suuratul baqarah
المدرسة الاسلا
مية = al Madrasatul Islamiyyah
Penulisan (alif
lam) bila bertemu dengan salah satu huruf
syamsiyah, maka huruf tersebut
dilebur menjadi sama dengan huruf syamsiyah yang mengikuti itu, tanpa dipisahkan dengan
tanda
Contoh : الناس = an naas
6.
Menurut MBIM
Sidang ke-8
Majelis Bahasa Indonesia-Malaysia di Cisarua
Bogor, 9-13 Agustus 1976 telah
membahsa tentang transliterasi
Arab-Latin dan mengemukakan pedoman
transliterasi. Untuk huruf-huruf
yang sukar dicarikan persamaannya
dalam huruf latin
ditetapkan sebagai berikut :
a. ث= s h. ض =
d
b. ج = j i. ط =
t
c. ح = h j.
ظ = z
d.
خ = kh. k. ع = ‘
(tanda koma)
e. ذ = z l.
غ = gh
f.
ش = sy. m.
ق = q
g.
ص = s n. ء = ‘
(tanda apostrop)
Vokal
panjang ditulis dengan
memberi garis (-) diatas huruf
vokal yang bersangkutan.
Contoh :
وما = wa ma
فعلوا = fa’alu
Huruf ة ( ta’ marbutah) ditransliterasikan dengan
t, baik terdapat ditengah
atau di akhir
kata dalam kalimat.
Contoh : المدرسة = al-madrasat
المدرسة الاسلا مية = al-Madrasat
al-Islamiyyat
Cara penulisan ال (alif lam) baik di depan
huruf syamsiyah maupun
di depan huruf qamariyyah,
ditulis menurut ucapan
dan terpisah dari kata yang mengikutinya tetapi dirangkaikan
dengan tanda hubung.
Contoh
: القلم = al-qalamu
الماعون
= al-ma’un
7.
Menurut IAIN
Jakarta 1980
Dalam lampiran Surat
Keputusan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah
Jakarta Nomor 6 Tahun 1980,
tentang pedoman penulisan
bahasa Arab dengan huruf Latin, untuk
huruf-huruf Arab yang
tidak jelas persamaannya
yang pasti dalam
huruf Latin ditransliterasikan sebagai
berikut :
a. ث= s h. ض = d
b. ج = j i.
ط = t
c. ح = h j.
ظ = z
d.
خ = k k. ع = , (tanda koma)
e. ذ = z l.
غ = g
f.
ش = s m.
ق = q
g.
ص = s n. ء = ‘
(tanda apostrop)
Vokal
panjang ditulis dengan
memberi garis diatas vokal yang bersangkutan, yaitu: a,i,u.
Contoh
: صلوّا
= sallu
كما
= kama
Huruf ة
(ta’ marbutah ) dilambangkan dengan t.
Contoh
: ة إمرأ = imra’atin
Penulisan (alif lam) atau disebut artikel
al ditulis serangkai dengan kata di
belakang, tanpa tanda
sempang. Bunyi l (lam), ال pada artikel
(al) yang berasimilasi
dengan huruf awal kata di
belakangnya ditulis sama
dengan huruf awal kata
itu.
Contoh
: الزّانية = azzaniyatu
8.
Menurut LIPPM
Bertitik tolak
dari kesimpangsiuran transliterasi
tulisan Arab ketulisan Latin
di Indonesia, lembaga Islam untuk Penelitian
Dan Pengembangan Masyarakat
(LIPPM) Jakarta, menyusun
pedoman alih eja
tulisan Arab ketulisan
Latin.
Untuk huruf-huruf
Arab yang banyak terdapat
perbedaan pendapat dalam
transliterasinya antara beberapa
pedoman, dalam LIPPM diterapkan
sebagai berikut :
a. ث= ts h. ض = dh
b. ج = j i.
ط = th
c. ح = h j.
ظ = zh
d.
خ = kh k. ع = , (tanda koma)
e. ذ = dz l.
غ = gh
f.
ش = sy m.
ق = q
g.
ص = sh n. ء = ‘
(tanda apostrop)
Vokal
panjang ditulis dengan
memberi garis (-) di
atas vokal yang bersangkutan,
yaitu: a,i,u.
Contoh
: فعال = fa’ala
Huruf
ة (ta’marbutah) dari suatu
isim (kata benda) atau kata sifat
yang berbentuk nakirah,
begitu juga yang
didahului oleh al, ditulis dengan h.
Contoh
: المحاضرة
السياراة = al-muhadharah al-siyasiyah
صالاة =
shalah
Jika terdapat
dalam susunan kalimat murakkkhabah, ditulis dengan t.
Contoh
: شخصية
إسلامية = Syakhshiyyat Islamiyyat
Penulisan kata ال
di depan
huruf syamsiyyah tetap
seperti kata asalnya.
Contoh
: الطلاق = al-thalaq
الصافات
= al-shaffat
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Daily (1981 : 134) dalam Encyclopeadia
of Library and Information Science, mengartikan transliterasi sebagai
mengganti suatu alfabet dengan alfabet lain atau mengganti suatu syllabary dengan
suatu alfabet. Syllabary yang dimaksud seperti cara penulisan yang
terdapat pada bahasa Jepang atau bahasa Amhari. Jadi, Transliterasi merupakan
penggantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain, lepas
daripada lafal bunyi kata yang sebenarnya. Transliterasi lebih ditekankan
sebagai istilah untuk alih tulisan satu huruf demi satu huruf.
Praktek alih tulisan dari huruf Arab
kepada huruf Latin telah dilakukan sejak lama. Tetapi usaha pertama lebih
merupakan melatinkan nama-nama Arab, seperti : Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, dan
al-Farabi dilatinkan menjadi Averroes, Avicenna, dan Alfarabius. Transliterasi
merupakan salah satu metode yang untuk romanisasi adalah mengganti huruf-huruf yang
ditulis dalam alfabet non roman, huruf demi huruf, dengan alfabet Romawi sesuai
dengan table yang ada dengan satu huruf atau lebih atau satu huruf ditambah
tanda diakritik. Sekalipun diakui bahwa sistem alih tulisan sangat bermanfaat
untuk menjembatani keadaan saling tidak mengerti antar bangsa yang disebabkan
perbedaan bahasa dan tulisan, akan tetapi sistem alih tulisan telah melahirkan
masalah yang hampir beratnya masalah yang seharusnya dipecahkan dengan sistem
alih tulisan itu.
Pembakuan pedoman Transliterasi Arab-Latin dengan
mengikuti prinsip sebagai berikut :
1) Sejalan
dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).
2) Huruf Arab
yang belum ada padanannya dalam huruf Latin dicarikan padanan dengan cara
member tambahan tanda diakrik, dengan dasar “satu fonem satu huruf” .
3) Pedoman
transliterasi diperuntukkan bagi masyarakat umum.
B. Saran
Demikianlah yang dapat penyusun sampaikan mengenai materi yang
menjadi bahasan dalam Karya Tulis Ilmiah ini, tentunya banyak kekurangan dan
kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi
yang penyusun peroleh hubungannya dengan Karya Tulis Ilmiah ini. Penyusun
banyak berharap kepada para pembaca yang budiman agar memberikan kritik dan
saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya Karya Tulis Ilmiah ini.
Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya pada
penyusun. Aamiin.
DAFTAR
PUSTAKA
Umam, Chatibul,
Pengajaran Bahasa Arab pada Perguruan Tinggi Agama/IAIN, (Jakarta : t.pn, 1975)
Dikutip dari http://www.referensimakalah.com/
pada tanggal 24 November 2015 pukul 09.00 WIB
Dikutip dari :
http://contohmakalah4.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-munculnya-transliterasi.html
pada tanggal 24 November 2015 pukul 09.20 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar