Kamis, 19 November 2015


                        AKU ADA

Takukah teman aku sangat merindukan kalian
Teringat saat pertama kali aku mengenalmu….
Saat aku merasa sendiri dan saat itulah kalian datang.
Hingga dalam kebersamaan dengan kalian aku merasa bahagia
Saat itulah hari-hari ku semakin indah
Seolah dengan kalianlah aku mendapat kebahagiaan
Yang abadi….
Aku berbagi kebagiaan dan tak jarang berbagi kesedihan
Begitupun sebaliknya
Kalian berbagi kehagiaan dan kesedihan
Kita belajar bersama….
Tertawa bersama…..
Namun setelah kita berpisah seperti ada jarak antara kita
Aku sedih ketika, aku tahu masalah kalian dari orang lain
Kalian tak bercerita masalah kalian kepadaku
Apakah kalian tak ingin berbagi kesedihan lagi padaku
Walaupun kalian tak bercerita tapi…
Sebenarnya kalian itu butuh dukungan dari seorang teman
Andai kalian tahu aku siap untuk memberi dukungan untukmu
Aku tak ingin teman ku merasakan kesedihan sendirian
Aku sedih jika melihat teman ku bersedih
Asalkan kalian tahu
Aku selalu ada utuk kalian…
Remember it!!!!

Minggu, 01 November 2015

Surat Untuk Ayah

Entah mengapa rasa rindu ini semakin membakar hati. Rindu aku.... Rindu ayah, aku ingat saat engkau menggendongku yang sedang terlelap menyusuri jalan yang gelap gulita. Aku rindu cerita dongeng dari ayah. Aku rindu saat aku bandel dan ayah menegurku. Aku rindu saat aku diguyur air karena aku menangis di malam hari dan membuat ayah geram. Aku rindu saat ayah memelukku hingga aku terlelap. Aku rindu rindu kasih sayang mu ayah. Aku rindu candaan ayah. Aku rindu mendengar suara ayat-ayat suci Al-Qur'an ayah lantunkan sehabis subuh hingga aku terbangun. Ayah kami sekarang telah tumbuh dewasa, aku bukan lagi anak kecil yang manja. Aku telah tumbuh remaja. Banyak perjalanan hidup yang aku alami selepas ayah pergi. Aku semakin sadar ayah akan arti hidup. Aku pernah merasa terpuruk hingga studi ku terbengkalai, tapi ayah ada orang-orang disekitar ku yang mendorong aku untuk bangkit. Bayang-bayang kelam itu masih jelas di ingatan ku. Ayah ibu kini tengah sakit. Aku kasian ayah melihat ibu kesakitan. Ibu seperti ayahyang menyembunyikan sakit dari kami. Kami baru menyadari setelah sakit ibu bertambah parah. Kami berusaha ayah untuk membuat ibu sembuh. Semoga ibu lekas sembuh. Ayah kini rumah kita kosong. Aku harap ayah tidak marah karena meninggalkan rumah peninggalan ayah. Ayah maaf kami tidak setiap waktu menjenguk mu, tapi do'a kami tak pernah putus untuk mu ayah. Ayah bulan lalu kami sempat bersitegang diantara kami tapi Alhamdulillah kami masalah itu itu bisa diselesaiakan dengan baik dan membutuhkan proses yang panjang pula. Aku tak terbiasa ayah dengan keadaan pada waktu itu. Aku sedih. Aku menangis. Aku tak bisa berbuat apa-apa karena aku merasa masih anak kecil bagi mereka. Ayah aku bertemu dengannya. Entahlah ayah, itu hanya sebuah kejapan atau memang itu kenyataan di masa mendatang. Ayah aku rindu masa-masa itu yang terfikirkan hanya kesenangan tapi sekarang begitu banyak masalah dan aku bingung harusberbuat apa. Ayah kuharap di sana ayah bahagia dan tunggu kami. Ayah aku belum sempat mengucapkan terima kasih pada detik-detik terkhir ayah. Sekarang aku ingin ayah tahu bahwa aku sangat beruntung memiliki ayah yang seperti ayah. Terima Kasih Ayah